Buah Rotan Jernang (Daemonorops sp.) pada saat tua mengandung
getah/
damar/ resin berwarna kemerah-merahan. Getah berasal dari
lapisan
rapuh pada permukaan buah yang telah dewasa.
Berdasarkan
Standar Nasional Indonesia (SNI), sifat fisika dan
kimia
getah jernang antara lain :
1. Kadar
air 3-6 %. Untuk meningkatkan kualitas jernang berkadar air
tinggi
dapat dilakukan dengan penjemuran/pengeringan buah rotan
jernang
sebelum diekstraksi.
2. Kadar
kotoran 14-39 %. Kadar kotoran dapat diturunkan dengan cara
menumbuk
buah dengan hati-hati dan menentukan waktu yang tepat
berhenti
menumbuk.
3. Kadar
abu 8-20 %,
4. Titik
leleh 80-120 °C.
Komponen
kimia utama pada resin yang dihasilkan buah jernang
adalah
resin ester dan dracoresino tannol (57-82%). Selain itu resin
berwarna
merah tersebut juga mengandung senyawa-senyawa seperti
Dracoresene
(14%), Dracoalban (hingga 2,5%), Resin tak larut (0,3%), Residu (18,4%), Asam
Benzoat, Asam Benzoilasetat, Dracohodin dan
beberapa pigmen terutama
Nordracorhodin dan Nordracorubin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar